Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.12120 -0.17%
GBPUSD 1.20730 -0.04%
AUDUSD 0.67520 0.13%
NZDUSD 0.64510 0.00%
USDJPY 105.290 0.12%
USDCHF 0.96900 0.22%
USDCAD 1.32370 -0.01%
GOLDUD 1510.360 0.33%
COFR SEP19 778391 0.37%
USD/IDR 14255 0.14%

Fokus Crude Oil:

      1. Kuwait siap berkomitmen penuh memangkas produksi demi menopang harga minyak.
      2. Laporan mingguan stok minyak mentah AS dari API.



Selasa, 13 Agustus 2019 - Harga minyak di perdagangan pagi ini terpantau bergerak stabil di zona hijau dan berada di kisaran harga IDR 777,000 - 781,000 per barel, terdongkrak oleh pernyataan dari Kuwait yang siap berkomitmen untuk memangkas produksi demi menopang harga minyak, selain itu situasi di Timur Tengah juga menjadi katalis positif yang mendukung harga minyak. Meski demikian, perang dagang AS - China yang belum reda masih membatasi kenaikan harga lebih jauh.
Mengutip dari kantor berita resmi KUNA (12/8), Menteri Perminyakan Kuwait, Khaled al-Fadhel mengatakan bahwa Kuwait siap berkomitmen penuh menerapkan kesepakatan yang dibuat oleh OPEC+ untuk memangkas produksi demi menopang harga minyak global. Bahkan Khaled menambahkan bahwa produksi minyak Kuwait yang dipangkas mendekati 160% di bulan Juli, jauh lebih besar dari yang disepakati. Sebelumnya OPEC+ sepakat untuk memangkas produksi sebesar 1.2 juta barel per hari yang dimulai sejak 1 Januari selama 6 bulan.
Komitmen dari Kuwait ini menyusul Arab Saudi yang sebelumnya juga berkomitmen untuk membatasi ekspor di bawah 7 juta barel per hari pada bulan Agustus dan September, serta mengurangi produksi di bawah 10 juta barel per hari. Namun upaya pembatasan produksi OPEC+ ini masih mendapat ganjalan dari AS. Energy Information Administration (EIA) memproyeksikan produksi minyak serpih AS akan mengalami lonjakan. Total produksi minyak serpih AS dari 7 produsen utama AS diperkirakan akan meningkat sebesar 85,000 barel per hari pada bulan September ke rekor 8.77 juta barel per hari, kata EIA.
Sementara itu dalam sebuah wawancara di Qatar pada Senin (12/8), Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menuduh AS dan sekutunya telah mengubah Teluk Persia menjadi "tinderbox yang siap meledak". Selain itu Komandan Angkatan Bersenjata Pengawal Revolusi Iran, Laksamana Muda Alireza Tangsiri juga meminta AS dan Inggris untuk bertanggung jawab atas kehadiran Israel di Teluk Persia, dan memperingatkan bahwa hal tersebut dapat memicu perang di wilayah tersebut.
Indikator dalam waktu dekat yang dipantau oleh pasar adalah laporan persediaan minyak mentah AS untuk pekan yang berakhir 9 Agustus yang akan dirilis oleh asosiasi dagang untuk industri minyak dan gas alam AS, American Petroleum Institute (API), dini hari nanti. Dalam laporan pekan sebelumnya stok minyak AS turun sebesar 3.4 juta barel, sekaligus merupakan penurunan selama 8 pekan berturut - turut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance 810,000 - 835,000 serta kisaran Support 750,000 - 725,000.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
17:00 USA - NFIB Business Optimism Index (Jul) - 104.3 103.3
19:30 USA - Consumer Price Index (YoY) (Jul) - 1.7% 1.6%
19:30 USA - Consumer Price Index (MoM) (Jul) - 0.3% 0.1%
19:30 USA - Consumer Price Index ex Food & Energy (YoY) (Jul) - 2.1% 2.1%
19:30 USA - Consumer Price Index ex Food & Energy (MoM) (Jul) - 0.2% 0.3%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER