Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.10220 0.03%
GBPUSD 1.22660 0.12%
AUDUSD 0.68350 0.22%
NZDUSD 0.64260 -0.05%
USDJPY 106.810 0.07%
USDCHF 0.98750 0.12%
USDCAD 1.31720 -0.02%
GOLDUD 1506.800 0.20%
COFR OCT19 790214 1.09%
USD/IDR 14080 -0.04%

Fokus Crude Oil:

      1. Menteri Energi baru Arab Saudi tetap akan berkomitmen pada kebijakan pemangkasan OPEC.
      2. AS membatalkan pembicaraan damai dengan para pemimpin Taliban.



Senin, 09 September 2019 - Mengawali pekan pagi ini, harga minyak terpantau berada di zona hijau dan bergerak di kisaran harga IDR 790,000 - 803,000 per barel. Sejauh ini harga minyak mendapat dukungan dari pernyataan Arab Saudi untuk tetap berkomitmen pada pemangkasan produksi OPEC, selain itu juga didukung oleh ketegangan di wilayah Timur Tengah. Meski demikian ketidakpastian arah perang dagang membatasi kenaikan harga minyak.
Dalam laporan mingguan yang dirilis oleh Baker Hughes menunjukkan rig minyak AS untuk pekan yang berakhir 6 September turun 4 rig ke level 738 rig. Laporan ini sekaligus juga menguatkan laporan dari Energy Information Administration (EIA) yang melaporkan persediaan minyak mentah AS secara mingguan turun sebesar 4.8 juta barel.
Mengutip dari Reuters (8/9) dilaporkan bahwa Pangeran Abdulaziz bin Salman ditunjuk sebagai Menteri Energi baru Arab Saudi menggantikan Khalid al-Falih. Penunjukkan ini juga merupakan pertama kalinya posisi Menteri Energi dipegang oleh anggota keluarga kerajaan. Seorang pejabat Saudi menegaskan bahwa Arab Saudi akan tetap berkomitmen mematuhi kesepakatan OPEC dan tidak akan ada perubahan dalam kebijakan minyak Arab Saudi.
Menguatkan pernyataan Arab Saudi, Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab (UEA) Suhail al-Mazrouei pada hari Minggu mengatakan bahwa anggota OPEC dan produsen non-OPEC akan tetap berkomitmen untuk menyeimbangkan pasar minyak.
Sementara itu Sekretaris Negara AS Mike Pompeo pada siaran pers hari Minggu mengatakan bahwa Zalmay Khalilzad, utusan khusus AS untuk Afghanistan yang tengah bernegosiasi dengan Taliban telah dipanggil kembali ke AS. Pengumuman itu tepat sehari setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk membatalkan pembicaraan damai yang dilakukan secara tertutup dengan para pemimpin utama Taliban di komplek kepresidenan di Camp David, Maryland. Keputusan Trump menyusul pernyataan Taliban yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di Kabul pekan lalu yang menewaskan seorang tentara AS dan 11 lainnya.
Departemen Keuangan AS memperingatkan pihak yang berkecimpung di industri maritim untuk tidak terlibat dengan rezim atau entitas yang dianggap sebagai sponsor teror oleh AS. Peringatan ini menyusul pernyataan dari juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Musavi pada hari Minggu yang mengatakan bahwa tanker minyak Adrian Darya 1 yang menjadi pusat perselisihan antara Iran dan AS, telah berlabuh di pantai Mediterania dan menurunkan 2 juta barel minyak yang dicurigai akan dikirim ke Suriah.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance 825,000 - 845,000 serta kisaran Support 770,000 - 745,000.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER