Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.12020 0.04%
GBPUSD 1.20470 -0.07%
AUDUSD 0.67880 -0.03%
NZDUSD 0.64610 0.06%
USDJPY 105.570 -0.10%
USDCHF 0.97240 -0.04%
USDCAD 1.32240 -0.02%
GOLDUD 1497.260 -0.02%
COFR SEP19 771707 -0.20%
USD/IDR 14200 0.14%

Fokus Crude Oil:

      1. Trump belum siap untuk membuat kesepakatan apapun dengan China.
      2. EIA memangkas pertumbuhan permintaan minyak global tahun 2019 dan 2020.



Senin, 12 Agustus 2019 - Di pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak datar di kisaran harga IDR 770,000 - 778,000, tertekan oleh kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global akibat perang dagang AS - China yang masih terus berlanjut.
Baker Hughes pada Jumat malam merilis laporan hitungan rig minyak AS untuk pekan yang berakhir 9 Agustus yang menunjukkan rig minyak AS turun 6 rig ke level 764 rig, sekaligus merupakan penurunan selama 6 pekan berturut - turut. Laporan tersebut mengindikasikan pertumbuhan produksi minyak yang lebih rendah karena produsen memangkas pengeluaran untuk pengeboran tambang minyak baru.
Selain laporan dari Baker Hughes, pada hari yang sama Energy Information Administration (EIA) juga merilis laporan bulanan kondisi pasar minyak global. EIA memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global tahun 2019 sebesar 100,000 barel per hari menjadi 1.1 juta barel per hari, untuk tahun 2020 permintaan dipangkas sebesar 50,000 barel per hari menjadi 1.3 juta barel per hari. Prospek kesepakatan politik antara AS dan China kian memburuk, hal ini dapat menyebabkan berkurangnya aktivitas perdagangan dan berkurangnya pertumbuhan permintaan minyak, ujar EIA.
Sementara itu Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat lalu mengatakan bahwa pemerintahan AS tidak akan melakukan bisnis apapun lagi dengan perusahaan raksasa telekom asal China, Huawei. Selain itu Trump juga menambahkan bahwa dia belum siap untuk melakukan kesepakatan dagang dengan China. Keputusan Trump terkait Huawei dilakukan menyusul keputusan China yang menghentikan pembelian produk pertanian AS.
Namun, penasihat perdagangan AS Peter Navarro pada hari yang sama juga mengatakan bahwa Departemen Perdagangan AS masih memproses lisensi khusus bagi perusahaan agar dapat memulai kembali penjualan ke Huawei, dan komentar Trump hanya merujuk pada larangan pembelian pemerintah AS dari Huawei. Selain itu AS masih berencana untuk mengadakan pertemuan lagi dengan pihak negosiator China, kata Navarro. Ketidakpastian dan kurangnya kemajuan akan pembicaraan AS - China telah memicu keresahan di pasar yang berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi global.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance 800,000 - 825,000 serta kisaran Support 730,000 - 700,000.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
22:30 USA - 3 Month Bill Auction - - 1.99%
22:30 USA - 6 Month Bill Auction - - 1.95%
23:00 USA - USDA WASDE Report - - -

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER