Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.17160 0.05%
GBPUSD 1.29290 -0.07%
AUDUSD 0.71570 0.11%
NZDUSD 0.66600 -0.05%
USDJPY 105.040 0.05%
USDCHF 0.91780 0.03%
USDCAD 1.33720 0.02%
GOLDUD 1959.350 -0.45%
USD/IDR 14450 0.00%

Fokus AUDUSD:

      1. AUDUSD masih bergerak bullish
      2. Kepastian stimulus AS jadi penantian pasar



Rabu, 29 Juli 2020 - Tembus ke level tertingginya sejak pertengahan tahun 2019, pasangan AUDUSD bergerak dengan mengabaikan data inflasi yang menawarkan sinyal campuran, dan lebih fokus pada merahnya USD. Meskipun melebihi ekspektasi pasar dari penurunan 2%, indeks harga konsumen (CPI) Australia turun 1.9% dalam tiga bulan hingga Juni, didorong oleh jatuhnya harga minyak dan intervensi dukungan dari pemerintah. Sementara Pengukur rata-rata triwulanan menurun 0.1%, dan secara tahunan meningkat sebesar 1.2%, di bawah ekspektasi kenaikan sebesar 1.4%. Rilis ini seharusnya tidak banyak mempengaruhi posisi perundingan RBA karena bank sentral sebelumnya mengatakan akan tetap menjaga kebijakan sampai kemajuan efektif di sektor lapangan kerja penuh dan inflasi akan berkelanjutan dalam 2-3%.
Jelang kepastian dari hasil rapat FOMC besok, para dewan pemimimpin Federal Reserve AS pada hari Selasa mengumumkan perpanjangan periode program hingga 31 Desember dari fasilitas pinjaman yang dijadwalkan berakhir di sekitar 30 September 2020. Perpanjangan tiga bulan tersebut diharapkan akan memfasilitasi perencanaan oleh calon peserta fasilitas dan memberikan kepastian bahwa fasilitas akan terus tersedia, sejalan dengan upaya pemulihan perekonomian dari pandemi COVID-19. Lebih lanjut, harapan adanya stimulus akomodatif lanjutan dari The Fed, akan jadi fokus volatilitas USD.
Pada saat penulisan, AUDUSD kembali kokoh menguat dengan fokus zona support penting terdekat kini berada di areal 0.71200 dengan resistance terdekatnya berada di areal 0.72000. Sementara, resistance terjauhnya berada di sekitar areal 0.72600 dan support terjauhnya di 0.70700.

EURUSD – Pasangan EURUSD sempat bergerak konsolidasi dan mengalami koreksi teknis pada sesi perdagangan kemarin setelah reli selama dua pekan berturut-turut. Secara garis besar pergerakan harga dipengaruhi oleh aksi profit-taking para investor jelang kepastian dari rapat FOMC yang akan dirilis hasilnya esok hari. Minim arahan dari kalender ekonomi, pergerakan harga mungkin perlu mewaspadai data Pending Home Sales AS malam hari nanti yang diekspektasi analis akan pertumbuhan yang berkurang cukup signifikan di angka 15.6%. Pada saat penulisan harga bergerak di kisaran support berada di areal 1.16700 dan resistance di 1.17700.

GBPUSD – GBPUSD berhasil mengelak dari upaya pemulihan USD di hampir seluruh papan pasar keuangan dengan bantuan dari fundamental optimis dalam Inggris. Data Survei CBI, yang menjadi salah satu indikator utama pengeluaran konsumen dengan melihat sisi penjualan pengecer dan grosir secara langsung, untuk periode Juli 2020 secara tak terduga melonjak menjadi 4% dari -37% di bulan sebelumnya. Sementara itu, di tengah penantian konfirmasi dari langkah moneter internal AS, data dari sektor properti AS akan tawarkan arahan jangka pendek. Pada saat penulisan harga bergerak di kisaran support berada di areal 1.28100 dan resistance di 1.30000.

NZDUSD – Pelemahan NZDUSD pada sesi perdagangan kemarin tak lain karena tekanan yang datang bersamaan dengan upaya pulih dari Dolar AS. Gerak harga mulai sibuk menyusul pernyataan The Fed yang mengumumkan perpanjangan fasilitas peminjamannya dan dilanjutkan oleh angka Kepercayaan Konsumen AS yang lebih pesimis. Dengan minimnya perkembangan dari isu sensitif bagi harga yang terkait dengan Cina, setir penggerak harga akan dipegang pada volatilitas USD. Pada saat penulisan harga bergerak di kisaran support berada di areal 0.66300 dan resistance di 0.66900.

USDCAD – Selain dibantu oleh upaya rebound Dolar AS, pasangan USDCAD juga mendapatkan katalis dari koreksi harga minyak yang berlanjut dan memberikan arah negatif bagi mata uang tunggal Kanada. Secara garis besar harga minyak mentah kembali tertahan oleh simpang siurnya isu stimulus tambahan di AS yang belum disepakati Trump. Selain itu, adanya sinyal kemungkinan kebijakan moneter yang akomodatif dan pelebaran neraca keuangan, masih menahan rebound USD untuk meroket. Pada saat penulisan harga bergerak di kisaran support berada di areal 1.33400 dan resistance di 1.34200.

USDCHF – Meski sempat coba mengekor rebound USD pada sesi perdagangan kemarin, USDCHF masih ditutup dengan koreksi cukup dalam ke bawah zona 0.92000. Hingga pada saat penulisan, harga telah masuk ke zona terendahnya sejak kuartal pertama tahun 2015. Nada penawaran yang sempat ditawarkan oleh USD dibeberapa saat pada sesi kemarin masih belum cukup meredam sentimen bearish bagi harga di tengah kekhawatiran bahwa lonjakan kasus COVID-19 dan spekulasi lebih banyak stimulus oleh Fed. Pada saat penulisan harga bergerak dengan support di areal 0.91500 dan resistance penting terjauh berada di areal 0.92300.

USDJPY – Harga masih melanjutkan koreksi hingga menguji zona support pentingnya di 105.000 kemarin meski sempat mengalami upaya rebound, namun dengan katalis fundamental yang belum cukup kokoh. USD gagal untuk mendapatkan daya tarik yang cukup kuat dari beberapa data dengan sinyal campuran dari AS. Sementara itu, terkait kondisi geopolitik dunia yang memainkan peran bagi safe-haven seperti Yen masih berkutat di sekitar masih tegangnya hubungan AS-Cina dari konfrontasi baru-baru ini yang dilayangkan kedua belah pihak. Pada saat penulisan harga bergerak dengan support di areal 104.800 dan resistance penting terjauh berada di areal 105.600.


Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
08:30 AUD - CPI q/q -1.9% -2% 0.3%
08:30 AUD - Trimmed Mean CPI q/q -0.1% 0.1% 0.5%
21:00 USD - Pending Home Sales m/m - 15.6% 44.3%
21:30 USD - Crude Oil Inventories - 1.0M 4.9M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter




ICDX MEMBER