Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.20290 -0.05%
GBPUSD 1.38250 -0.02%
AUDUSD 0.77070 0.14%
NZDUSD 0.71680 0.11%
USDJPY 109.250 0.21%
USDCHF 0.91270 0.12%
USDCAD 1.22900 0.02%
GOLDUD 1767.890 0.23%
COFR 918962 -0.25%
USD/IDR 14440 0.07%

Fokus Crude Oil:

      1. Konfederasi Industri India (CII) desak pemerintah segera lakukan pembatasan aktivitas ekonomi.
      2. Permintaan bahan bakar meningkat di Amerika Utara, Eropa dan China.



Senin, 03 Mei 2021 - Harga minyak mentah pada pembukaan pekan pagi ini terpantau bergerak bearish di kisaran harga IDR 915,000 - 923,000 per barel, tertekan oleh potensi kembali merosotnya permintaan bahan bakar dari India seiring dengan desakan agar pemerintah India segera membatasi aktivitas ekonomi, yang dipicu oleh kian mengkhawatirkannya kasus Covid-19 di negara itu.
Sebuah badan industri terkemuka di India, Konfederasi Industri India (CII) pada hari Minggu mendesak pemerintah untuk segera membatasi aktivitas ekonomi seiring dengan lonjakan kasus di negara importir minyak terbesar ketiga tersebut. Setelah 10 hari berturut-turut infeksi baru harian lebih dari 300,000 kasus, otoritas kesehatan melaporkan 401,993 kasus baru harian untuk pertama kalinya pada hari Sabtu, jumlah harian tertinggi secara global. Pembatasan baru yang dilakukan sejauh ini telah menyebabkan penurunan permintaan bahan bakar sekitar 7% secara YoY pada bulan April dan diperkirakan akan kembali turun tajam pada bulan Mei.
Meski demikian, sinyal peningkatan permintaan bahan bakar terlihat di Amerika Utara, Eropa dan China. Kilang minyak AS, Valero Energy Corp., mengatakan penjualan bensin hampir mencapai tingkat pra-pandemi, bahkan Energy Information Administration (EIA) memperkirakan harga bahan bakar pada musim panas nanti akan menjadi yang tertinggi sejak 2018. Sementara, BP menyakini permintaan minyak di China akan kembali di atas level pra-pandemi. Di Eropa, pengukur kemacetan jalan yang dikumpulkan oleh Bloomberg dan mencakup 15 negara baru saja membukukan pembacaan terkuat mereka dalam 10 minggu.
Turut mendukung pasar minyak, AS pada hari Minggu membantah laporan dari televisi pemerintah Iran bahwa AS dan Iran telah sepakat untuk melakukan pertukaran tahanan dengan imbalan pelepasan dana minyak Iran yang dibekukan senilai $7 miliar di bawah sanksi AS di negara lain. Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa pencabutan sanksi AS terhadap industri minyak Iran belum akan terjadi dalam waktu dekat.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 940,000 - 960,000 per barel serta kisaran Support di IDR 890,000 - 870,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
20:45 USA - Markit Manufacturing PMI Final - 60.6 59.1
21:00 USA - ISM Manufacturing PMI - 65 64.7
21:00 USA - Construction Spending MoM - 2% -0.8%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER