Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.13240 0.04%
GBPUSD 1.27220 -0.04%
AUDUSD 0.69610 -0.13%
NZDUSD 0.65800 -0.11%
USDJPY 108.500 -0.04%
USDCHF 0.99220 -0.05%
USDCAD 1.32820 -0.02%
GOLDUD 1326.390 0.22%
COFR JUL19 755661 -1.34%
USD/IDR 14220 0.04%

Fokus Crude Oil:

      1. Persediaan minyak AS naik tak terduga diluar ekspektasi pasar.
      2. Laporan stok minyak mingguan AS dari EIA (Energy Information Administration).



Rabu, 12 Juni 2019 - Harga minyak di perdagangan pagi ini terpantau bergerak di zona merah kisaran IDR 745,000 - 755,000 per barel, tertekan oleh lonjakan mengejutkan stok minyak mentah AS di tengah berlangsungnya perang dagang AS dan China. Keputusan akhir OPEC+ dalam pertemuan OPEC+ di tanggal 25 - 26 Juni mendatang akan menjadi kunci penentu arah harga minyak kedepan.
Persediaan minyak mentah AS secara tak terduga naik 4.850 juta barel untuk pekan yang berakhir 7 Juni menurut data terbaru yang dirilis oleh American Petroleum Institute (API) kemarin. Kenaikan tersebut diluar ekspektasi para analis yang sebelumnya memperkirakan stok minyak mentah akan turun sebesar 500,000 barel berdasarkan survey dari Reuters.
Di hari yang sama, Energy Information Administration (EIA) merilis laporan outlook energy jangka pendek yang menyebutkan produksi minyak mentah AS 2019 diperkirakan sebesar 12.32 juta barel per hari atau turun 1 persen dari perkiraan Mei, selain itu EIA juga merevisi proyeksi untuk 2020 menjadi 13.26 juta barel per hari atau turun sebesar 0.9 persen dari proyeksi sebelumnya.
Menteri Energi UAE Suhail bin Mohammed al-Mazroui mengatakan di media kemarin (11/6) bahwa anggota OPEC hampir mencapai kesepakatan untuk melanjutkan pengurangan produksi. OPEC dijadwalkan akan bertemu pada 25 Juni, diikuti dengan pembicaraan dengan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia pada 26 Juni. Namun Rusia menyarankan perubahan tanggal menjadi 3-4 Juli.
Sementara itu dilaporkan bahwa terjadi serangan dari militan tak dikenal kemarin (11/6) yang meledakkan pipa minyak di distrik Radhum Provinsi Shabwa, Yaman tenggara. Pipa tersebut mengangkut minyak mentah dari ladang Uqla ke sektor Ayadh di distrik Jardan, kemudian ke daerah Alnushima dekat pelabuhan minyak di pantai Laut Arab. Sumber resmi dari Kementerian Perminyakan Yaman mengatakan sekitar 15,000 - 17,000 barel minyak per hari diekspor melalui pipa tersebut. Meskipun sejauh ini tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu, tetapi serangan serupa sebelumnya di wilayah itu diklaim oleh militan al-Qaida. Shabwa memiliki 5 sektor produksi minyak mentah, yang memproduksi sekitar 15,000 barel per hari.
Fokus pelaku pasar dalam waktu pendek akan tertuju pada laporan stok minyak mentah mingguan AS yang akan dirilis oleh EIA (Energy Information Administration) malam ini untuk menentukan arah minyak selanjutnya.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Support 735,000 - 725,000, jika mendapat katalis positif harga dapat kembali naik dalam kisaran Resistance 770,000 - 780,000.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
18:00 USA - MBA Mortgage Applications - - 1.5%
19:30 USA - Consumer Price Index (YoY) - 1.9% 2.0%
19:30 USA - Consumer Price Index (MoM) - 0.1% 0.3%
19:30 USA - Consumer Price Index Core s.a. - - 261.735
19:30 USA - Consumer Price Index n.s.a. (MoM) - 255.820 255.548
19:30 USA - Consumer Price Index ex Food & Energy (MoM) - 0.2% 0.1%
21:30 USA - EIA Crude Oil Stocks Change - - 6.771M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER