Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.13100 -0.01%
GBPUSD 1.26840 -0.04%
AUDUSD 0.69620 -0.10%
NZDUSD 0.66080 -0.14%
USDJPY 108.430 0.14%
USDCHF 0.98960 0.04%
USDCAD 1.32670 -0.02%
GOLDUD 1328.010 0.05%
COFR JUL19 762606 0.17%
USD/IDR 14240 0.07%

Fokus Crude Oil:

      1. Trump yakin China akan membuat kesepakatan dengan AS.
      2. Laporan stok minyak mingguan AS dari API (American Petroleum Institute).



Selasa, 11 Juni 2019 - harga minyak pagi ini terpantau bullish dan bergerak di kisaran IDR 760,000 - 765,000 per barel, didukung oleh katalis positif dari pernyataan Arab Saudi dan Rusia yang kembali menegaskan komitmen mereka untuk menjaga harga minyak tidak jatuh lebih jauh. Akan tetapi, kekhawatiran akan memanasnya kembali tensi AS dan China setelah ancaman tarif baru oleh Trump masih menjadi sentimen negatif bagi harga minyak dalam waktu dekat.
Mengutip dari Reuters (10/6), dilaporkan bahwa Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih serta Menteri Energi Rusia Alexander Novak kembali menegaskan komitmen dari OPEC+ untuk mencegah penurunan tajam harga minyak serta menjada keseimbangan pasar. Novak bahkan mengatakan bahwa harga minyak dapat jatuh ke level $30 per barel jika kesepakatan OPEC+ tidak dilanjutkan. Meski demikian, keputusan dari OPEC+ akan lebih jelas setelah pertemuan G20 di Osaka pada akhir Juni nanti.
Dalam pernyataan terbarunya Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia yakin China akan membuat kesepakatan dengan AS karena mereka "harus melakukannya". Selain itu Trump juga menegaskan keputusannya untuk mengenakan tarif pada negara-negara seperti Meksiko dan China akan memberikan keuntungan kompetitif yang luar biasa bagi AS. Sebelumnya Trump melalui Tweeter (10/6) memutuskan tarif 5 persen untuk semua barang Meksiko dibatalkan karena kesepakatan antara kedua negara. Di saat yang sama Trump juga mengancam tarif lebih banyak untuk impor barang asal China jika Presiden China Xi Jin Ping tidak hadir pada pertemuan G20 bulan ini. Aksi Trump ini memicu kekhawatiran pasar akan semakin memanasnya tensi antara AS dan China yang akan berdampak pada pelemahan ekonomi global dan menyeret harga minyak kembali terpuruk.
Selanjutnya yang dipantau oleh pasar adalah laporan stok minyak mingguan AS yang dirilis hari ini oleh American Petroleum Institute (API) sebelum menentukan arah lebih lanjut untuk pasar minyak.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance 780,000 - 790,000, jika mendapat katalis negatif harga dapat kembali turun dalam kisaran Support 750,000 - 740,000.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
10:00 USA - NFIB Business Optimism Index - - 103.5
12:30 USA - Producer Price Index (YoY) - 2.0% 2.2%
12:30 USA - Producer Price Index (MoM) - 0.2% 0.2%
12:30 USA - Producer Price Index ex Food & Energy (YoY) - 2.3% 2.4%
12:30 USA - Producer Price Index ex Food & Energy (MoM) - 0.2% 0.1%
12:55 USA - Redbook Index (MoM) - - 1.4%
21:30 USA - API Weekly Crude Oil Stock - - 3.545M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER