Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.07240 0.86%
GBPUSD 1.15470 0.89%
AUDUSD 0.58290 1.94%
NZDUSD 0.57200 1.35%
USDJPY 111.200 -0.98%
USDCHF 0.98440 -0.62%
USDCAD 1.45000 -0.63%
GOLDUD 1553.355 1.47%
COFR 363987 8.95%
USD/IDR 16500 -0.15%

Fokus Crude Oil:

      1. The Fed menjanjikan pembelian aset secara agresif untuk mendukung pasar.
      2. G20 sepakat kembangkan rencana aksi untuk mengatasi dampak dari pandemi covid-19 terhadap perekonomian global.



Selasa, 24 Maret 2020 - Harga minyak terpantau kembali stabil dan di perdagangan pagi ini terlihat bergerak di kisaran harga IDR 363,000 - 397,000 per barel. Pernyataan positif dari The Fed cukup meredam gejolak pasar AS setelah proposal stimulus AS terhenti di Senat AS, selain itu komitmen dari G20 untuk mengembangkan rencana aksi dalam menopang ekonomi juga memberikan dukungan pada pasar minyak. Meskipun ancaman dari pandemi covid-19 masih terus membayangi.
Pada hari Senin, Federal Reserve atau lebih dikenal dengan The Fed mengumumkan akan terus melakukan pembelian surat berharga negara dan surat berharga yang didukung hipotek dalam jumlah yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran fungsi pasar dan transmisi kebijakan moneter yang efektif ke kondisi keuangan yang lebih luas. Langkah The Fed ini diambil paska proposal paket stimulus ekonomi AS terhenti di Senat AS.
Dari sektor aviasi AS dilaporkan bahwa produsen pesawat Boeing Co mengumumkan akan menghentikan produksi sebagian besar pesawat berbadan lebar dan Airbus SE, hanya sebagian produksi yang dilanjutkan kembali setelah penutupan empat hari karena pemasok menghentikan pekerjaan. Anggota parlemen AS dari demokrat pada Senin malam mengusulkan pemberian maskapai penerbangan dan kontraktor AS senilai $ 40 miliar dalam bentuk hibah tunai yang tidak akan dibayar kembali. Kapasitas penumpang global telah turun hingga 35% minggu lalu, yang terburuk sejak awal krisis, menurut data dari perusahaan jadwal penerbangan OAG, yang mengatakan penurunan lebih dalam kemungkinan dalam beberapa minggu mendatang.
Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 20 ekonomi terbesar dunia pada hari Senin sepakat untuk mengembangkan rencana aksi dalam mengatasi pandemi covid-19 yang memicu resesi global. IMF dan Bank Dunia pada hari Senin sama-sama memperkirakan pandemi akan memicu resesi global pada tahun 2020. Rencananya, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G7 akan mengadakan panggilan konferensi pada hari Selasa pagi, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut.
Sementara itu dalam upaya meminimalkan risiko akibat covid-19, pemerintah China akan memperkuat aturan terkait karantina bagi orang-orang yang tiba di China dari luar negeri, ungkap Beijing Daily pada Selasa pagi. Dalam aturan baru tersebut semua orang yang memasuki China maupun yang telah melakukan perjalanan dari luar negeri dalam 14 hari terakhir akan dikenai karantina terpusat dan pengujian untuk virus corona.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 430,000 - 450,000 per barel serta kisaran Support di IDR 335,000 -315,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
20:45 USA - Markit US Manufacturing PMI (Mar) - 44.0 50.7
20:45 USA - Markit US Services PMI (Mar) - 42.0 49.4
20:45 USA - Markit US Composite PMI (Mar) - - 49.6
21:00 USA - New Home Sales (MoM) (Feb) - -1.8% 7.9%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER