Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.13980 0.04%
GBPUSD 1.27410 0.02%
AUDUSD 0.69610 -0.07%
NZDUSD 0.66170 0.36%
USDJPY 107.290 -0.21%
USDCHF 0.97170 -0.08%
USDCAD 1.31790 0.07%
GOLDUD 1418.770 0.61%
COFR JUL19 816963 0.12%
USD/IDR 14135 0.00%

Fokus Crude Oil:

      1. Sanksi baru AS ditujukan pada pemimpin militer Iran tertentu yang bertanggung jawab atas insiden penembakan drone.
      2. Laporan stok minyak mentah mingguan AS dari American Petroleum Institute.



Selasa, 25 Juni 2019 - Harga minyak pada perdagangan pagi ini masih melanjutkan reli bullish, harga terpantau bergerak di kisaran IDR 815,000 - 820,000 per barel. Situasi di Timur Tengah serta memanasnya tensi antara AS dan Iran masih menjadi katalis positif yang mengangkat harga minyak dalam jangka pendek. Pasar masih memantau perkembangan situasi menjelang berlangsungnya pertemuan G20 pada tanggal 28 - 29 Juni ini serta pertemuan OPEC+ pada tanggal 1 - 2 Juli mendatang.
Presiden AS Donald Trump kemarin (24/6) secara resmi menandatangani perintah eksekutif terkait sanksi baru terhadap Iran. Trump mengatakan AS akan terus meningkatkan tekanan sampai Iran menghentikan kegiatan berbahaya termasuk ambisi nuklirnya. Menurut Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, dalam perintah eksekutif tersebut menolak akses Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan kantornya ke sejumlah sumber daya keuangan utama. Selain itu, sanksi tersebut dijatuhkan pada pemimpin militer tertentu yang bertanggung jawab atas penembakan drone AS. Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif akan dikenakan sanksi akhir pekan ini, kata Mnuchin.
Di hari yang sama Trump juga mengatakan bahwa negara-negara lain yang menggunakan Selat Hormus harus melindungi kapal mereka sendiri seiring meningkatnya tensi antara AS dan Iran. Trump menegaskan bahwa AS tidak akan menjaga keamanan jalur pelayaran untuk negara lain karena pada dasarnya AS tidak ingin berperang dengan Iran.
Sementara itu Menteri Energi Rusia Alexander Novak kemarin (24/6) memberikan isyarat bahwa 10 negara non-OPEC yang dipimpin oleh Rusia akan melakukan aksi "wait-and-see" sebelum benar-benar bergabung dalam OPEC untuk memperpanjang pengurangan produksi hingga Desember. Novak mengatakan bahwa keputusan untuk memperpanjang kesepakatan pengurangan produksi sangat tergantung pada hasil pertemuan G20 akhir pekan ini. Igor Sechin, Pimpinan Rosneft, perusahaan minyak terbesar Rusia dikabarkan sangat menentang perpanjangan pemangkasan produksi karena akan membebani pangsa pasar minyak Rusia.
Data yang akan menjadi fokus pasar saat ini adalah laporan stok minyak mentah mingguan AS untuk pekan yang berakhir 21 Juni yang akan dirilis oleh American Petroleum Institute (API) dini hari nanti. Pada laporan sebelumnya menyebutkan stok minyak mengalami penurunan sebesar 812,000 barel. Laporan ini akan menjadi indikator yang memberikan gambaran mengenai permintaan minyak di AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance 830,000 - 840,000, jika mendapat katalis negatif harga akan bergerak turun dalam kisaran Support 800,000 - 780,000.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
19:30 CAD - Wholesale Sales (MoM) (Apr) - 0.4% 1.4%
19:55 USA - Redbook Index (YoY) (Jun 21) - - 5.4%
19:55 USA - Redbook Index (MoM) (Jun 21) - - -2.4%
20:00 USA - House Price Index (MoM) - 0.2% 0.1%
21:00 USA - Consumer Confidence - - -
21:00 USA - New Home Sales Change (MoM) (May) - -2.8% -6.9%
21:00 USA - New Home Sales (MoM) (May) - 0.680M 0.673M
21:00 USA - Richmond Fed Manufacturing Index (Jun) - 5 5

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER