Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.12000 0.05%
GBPUSD 1.28410 -0.01%
AUDUSD 0.69270 -0.20%
NZDUSD 0.65610 -0.14%
USDJPY 109.590 -0.07%
USDCHF 1.00850 -0.04%
USDCAD 1.34350 -0.01%
GOLDUD 1296.500 -0.04%
COFR JUN19 897882 0.39%
USD/IDR 14450 -0.03%

Fokus Crude Oil:

      1. Stok minyak mentah AS melonjak naik berdasarkan laporan EIA.
      2. Kondisi geopolitik Timur Tengah kian memanas.



Kamis, 16 Mei 2019 - Dalam tiga hari perdagangan, harga minyak bergerak bullish hingga lebih dari dua persen pada pembukaan perdagangan hari ini, dipicu oleh kekhawatiran pasar akan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah ditengah lonjakan tak terduga pasokan minyak mentah AS.
Persediaan minyak mentah AS untuk pekan yang berakhir 10 Mei menunjukkan lonjakan tak terduga berdasarkan laporan yang dirilis oleh Energy Information Administration (EIA) kemarin. Stok minyak AS naik 5.4 juta barel - level tertinggi sejak September 2017 - mengejutkan pasar yang sebelumnya memperkirakan stok minyak akan turun 800,000 barel. Akan tetapi, kenaikan tersebut masih lebih rendah dari laporan stok dari API Selasa kemarin (14/5) yang menunjukkan kenaikan stok minyak mentah AS naik hampir 9 juta barel.
Meskipun persediaan minyak mentah AS naik lebih dari yang diperkirakan pasar, akan tetapi masih belum mampu meredam harga minyak yang mendapat katalis positif dari kondisi geopolitik yang berlangsung di Timur Tengah.
Kemarin (15/5) AS memerintahkan semua staf diplomat non-darurat untuk meninggalkan Irak, setelah terjadinya dua serangan terpisah di wilayah tersebut, menyusul penutupan jaringan pipa minyak Saudi Aramco setelah serangan pesawat drone pada Selasa kemarin (14/5). Serangkaian insiden ini menimbulkan kekhawatiran akan memanasnya kembali konflik regional di Timur Tengah yang akan berimbas pada pasokan minyak global.
Mengutip dari Reuters, International Energy Agency (IEA) baru-baru ini merevisi data perkiraan untuk pertumbuhan minyak global menjadi 1.3 juta barel per hari, lebih rendah 90,000 barel dari angka yang dirilis sebelumnya. IEA mengatakan saat ini pasar global akan membutuhkan sangat sedikit tambahan minyak dari OPEC+ pada tahun ini, disebabkan oleh melonjaknya pasokan minyak mentah dari AS yang secara tidak langsung akan menutupi kekurangan pasokan global dari turunnya ekspor minyak Iran dan Venezuela.
Sementara itu perkembangan terbaru perang dagang AS dan China tampaknya akan merambah ke sektor telekomunikasi. Berdasarkan berita dari South China Morning, dilaporkan bahwa Trump telah menandatangani perintah eksekutif untuk melarang Huawei, perusahaan telekomunikasi China, untuk berekspansi ke pasar 5G di AS yang dianggap Trump sebagai ancaman bagi keamanan nasional AS terutama di sisi keamanan informasi. Selain Huawei juga terdapat 70 perusahaan afiliasi China yang dimasukkan dalam daftar blacklist oleh Trump. Keputusan Trump ini akan membuat raksasa telekomunikasi semakin sulit membeli suku cadang dan komponen dari perusahaan AS. Dalam pernyataan terakhir Huawei yang dikutip dari Livesquawk dikatakan bahwa pihak Huawei siap dan bersedia bersama-sama dengan pemerintah AS memikirkan langkah efektif untuk memastikan stabilitas produknya.
Dari sudut pandang teknis, harga minyak diperkirakan masih akan melanjutkan rally bullish-nya dalam kisaran Resistance 915,000 - 930,000, jika mendapat katalis negatif harga akan bergerak turun dalam kisaran Support 870,000 - 860,000.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
12:30 USA - Housing Starts (MoM) - 1,205M 1,139M
12:30 USA - Housing Starts Change - 8.0% -0.3%
12:30 USA - Building Permits (MoM) - 1,298M 1,288M
12:30 USA - Building Permits Change - - -0.2%
12:30 USA - Initial Jobless Claims - 220K 228K
12:30 USA - Continuing Jobless Claims - 1,680M 1,684M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER