Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.18740 -0.03%
GBPUSD 1.32590 -0.03%
AUDUSD 0.72870 -0.10%
NZDUSD 0.69120 -0.03%
USDJPY 103.730 0.14%
USDCHF 0.91060 -0.02%
USDCAD 1.30700 0.09%
GOLDUD 1867.210 -0.17%
COFR 592183 -0.05%
USD/IDR 14140 0.21%

Fokus Crude Oil:

      1. Senat AS dari Partai Republik setuju untuk melanjutkan diskusi mengenai stimulus Covid-19 yang lebih banyak.
      2. Produksi minyak Libya telah mencapai 1.25 juta bph atau pulih ke level sebelum terjadinya konflik, ungkap NOC.



Jumat, 20 November 2020 - Harga minyak pada penutupan pekan pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi di kisaran harga IDR 588,000 - 593,000 per barel. Harapan akan dilanjutkannya kembali pembahasan stimulus memberikan dukungan positif pada pasar minyak. Meski demikian, kekhawatiran akan melemahnya permintaan bahan bakar karena lonjakan Covid-19 yang memaksa penguncian baru, serta ancaman pasokan berlebih dari Libya membuat pasar minyak terbebani dan membatasi pergerakan harga minyak.
Mitch McConnell, pemimpin dari Partai Republik yang saat ini memiliki suara mayoritas di Senat AS menyetujui untuk melanjutkan diskusi tentang memberikan lebih banyak bantuan Covid-19 karena melihat kasus infeksi yang terus melonjak di seluruh AS, ungkap pemimpin dari partai Demokrat Chuck Schumer pada hari Kamis. Harapan akan disetujuinya stimulus sebelum liburan akhir tahun memberikan dukungan positif pada pasar minyak dan akan membantu menjaga harga minyak tetap stabil di tengah meningkatnya aksi pembatasan saat ini.
Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS pada hari Kamis mendesak warga AS agar tidak bepergian untuk Thanksgiving karena melihat terus melonjaknya kasus infeksi virus korona di seluruh AS. Angka rawat inap pasien Covid-19 di AS telah melonjak hampir 50% dalam dua minggu terakhir, memaksa banyak negara bagian untuk memberlakukan pembatasan baru. Gubernur California pada hari Kamis mengumumkan pemberlakuan jam malam untuk semua pertemuan sosial dalam ruangan dan kegiatan di luar rumah, yang akan berlaku efektif mulai Sabtu malam hingga tanggal 21 Desember mendatang.
Dari AS juga dilaporkan bahwa tangki minyak di Cushing, Oklahoma yang menjadi pusat penyimpanan minyak mentah terpenting di AS telah mencapai 61.6 juta barel atau sekitar 81% dari kapasitas penuh tangki, ungkap data pemerintah AS pada 13 November.
Dari sisi pasokan dilaporkan bahwa produksi minyak mentah Libya telah mencapai 1.25 juta bph atau kembali ke level sebelum terjadinya konflik di negara itu, ungkap Ketua NOC Mustafa Sanalla. Di samping itu, NOC juga sedang melakukan pembicaraan dengan Total SE untuk meningkatkan investasi di sektor energi di Libya, ungkap Sanalla dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis. Total SE yang merupakan perusahaan minyak dan gas yang berbasis di Prancis ini telah aktif di Libya selama beberapa dekade dan memiliki saham di ladang minyak utama, termasuk yang terbesar di negara itu - Sharara - dan deposit lepas pantai Al Jurf serta di ladang minyak Mabruk. Peningkatan produksi Libya yang jauh lebih cepat dari yang diperkirakan memicu kekhawatiran akan pasokan berlebih yang membebani pasar minyak yang saat ini sedang lesu dilanda pandemi Covid-19.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 600,000 - 620,000 per barel serta kisaran Support di IDR 580,000 - 560,000 per barel.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
20:30 CAD - Retail Sales MoM - 0.2% 0.4%
20:30 CAD - New Housing Price Index YoY - - 3.2%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER