Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1.12490 0.21%
GBPUSD 1.24980 0.29%
AUDUSD 0.69570 0.24%
NZDUSD 0.66470 0.26%
USDJPY 108.450 -0.53%
USDCHF 0.98940 -0.38%
USDCAD 1.30810 -0.22%
GOLDUD 1419.000 0.38%
COFR AUG19 854440 0.23%
USD/IDR 14095 -0.25%

Fokus Crude Oil:

      1. EIA melaporkan stok minyak AS turun drastis untuk minggu pertama bulan Juli.
      2. Produsen minyak mulai menutup produksi di Teluk Meksiko akibat ancaman badai tropis.



Kamis, 11 Juli 2019 - Harga minyak pagi ini terpantau stabil bergerak di kisaran harga IDR 852,000 - 857,000 per barel, anjloknya persediaan minyak AS serta ancaman badai tropis yang memaksa dihentikannya produksi minyak di Teluk Meksiko telah mengangkat harga minyak terus naik hingga menyentuh level tertinggi sejak akhir Mei 2019.
Dalam laporan mingguan yang dirilis oleh Energy Information Administration (EIA) semalam menunjukkan stok minyak AS untuk pekan yang berakhir 5 Juli turun tajam sebesar 9,499 juta barel. Penurunan tersebut jauh melebihi perkiraan pasar yang sebelumnya memprediksi stok akan turun sebesar 3,081 juta barel dari minggu lalu yang turun sebesar 1,085 juta barel.
Di samping persediaan minyak AS yang telah turun drastis, ancaman badai tropis yang dinamakan barry, memaksa dihentikannya produksi minyak di beberapa negara bagian Teluk Meksiko. Berdasarkan data dari EIA, wilayah Teluk Meksiko memproduksi minyak mentah sekitar 2 juta barel per hari atau 16 persen dari produksi minyak AS. Tahun lalu, wilayah ini memproduksi rata-rata 1.67 juta barel per hari.
Sementara itu, AS berencana untuk membentuk koalisi militer bersama sekutunya dalam waktu dua minggu ke depan untuk melindungi wilayah perairan di Selat Hormuz dan Bab al-Mandab, Yaman. Jalur perairan Bab al-Mandab menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Laut Arab, hampir 4 juta barel minyak dikirim tiap hari melalui jalur ini ke Eropa, AS dan Asia. Pembicaraan terkait rencana tersebut telah dilakukan sejak hari Selasa (9/7).
Ketegangan terbaru di wilayah perairan dekat Iran terjadi kemarin (10/7) setelah sebuah kapal tanker minyak milik Inggris dicegat oleh 5 kapal yang diyakini milik Pengawal Revolusi Iran.
Diluar dari sejumlah katalis positif yang mengangkat harga minyak, kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi global ditengah tanda-tanda memanasnya kembali hubungan AS dan China memberikan tekanan pada pasar minyak.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance 875,000 - 885,000 serta kisaran Support 835,000 - 825,000.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
19:30 USA - Initial Jobless Claims (Jul 5) - 223K 221K
19:30 USA - Continuing Jobless Claims (Jun 28) - 1.685K 1.686M
19:30 USA - Consumer Price Index (YoY) (Jun) - 1.6% 1.8%
19:30 USA - Consumer Price Index (MoM) (Jun) - 0.2% 0.1%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter




ICDX MEMBER