Pilpres AS 2020: Kepastian Hasil di Depan Mata

Pemilu AS yang penuh aksi sejak digelar pada tanggal 3 November 2020 lalu - mencapai klimaks dengan kandidat dari partai Demokrat Joe Biden muncul sebagai pemenang. Berdasarkan perhitungan suara paling aktual yang telah secara jelas menunjukkan kemenangan Biden, para pemimpin di seluruh dunia mengucapkan selamat kepada Biden atas kemenangannya, termasuk Justin Trudeau dari Kanada, Johnson dari Inggris, dan Angela Merkel dari Jerman. Menurut para pengamat, Biden mewarisi negara yang memiliki sangat banyak pekerjaan utama dan terutama dalam menghadapi tantangan berat pandemi COVID-19, perekonomian yang simpang-siur dan meningkatnya ketegangan sosial dan budaya.

Respon Pasar Selama Pekan Pemilu


Respon pasar selama pekan pemilu


Sumber: www.tradingview.com


Pergerakan indeks Dolar AS (DXY) sebagai refleksi utama respon pasar terhadap tajuk pemilu, telah menyerap sentimen dari banyaknya pelaku pasar yang optimis – bahkan sejak hari pertama pemilu - bahwa kemenangan oleh Joe Biden dan administrasinya kemungkinan akan membebani mata uang AS lebih lanjut.

Ketika Joe Biden disinyalir dekat untuk memenangkan posisi orang nomor satu di Gedung Putih, Presiden Donald Trump mengadopsi sikap berjuang, membuat klaim palsu untuk merusak pemungutan suara yang tidak sesuai keinginannya serta tanpa memberikan bukti, mengatakan lawannya terlibat dalam penipuan dan pencurian pemilu, tuduhan yang telah dia buat jauh sebelum hari pemilu.

Kombinasi laporan kemenangan Trump di Florida serta Karolina Utara dan gelombang negatif yang bergema mengikuti konfrontasi Trump, ikut meluas ke aksi demonstrasi berdalih pembelaan yang mengancam stabilnya jalan pemilu – memicu suasana risk-off. Hal ini sempat mendorong Dolar AS dengan karakter utamanya sebagai safe-haven untuk kembali menyentuh zona 94.00, yang tidak berlangsung lama, terkoreksi dengan masih solidnya ekspektasi kemenangan Biden yang dikonfirmasi oleh hasil perhitungan di beberapa negara bagian besar seperti Arizona.

Seiring semakin kredibelnya hasil kemenangan Biden, suasana pasar stabil untuk menjaga sentimen risk-on yang kembali menekan posisi USD di papan pasar keuangan terhadap rival-rivalnya. Dalam rentang waktu pemilu, indeks Dolar AS (DXY) telah mencatatkan kerugian di sekitar 2% untuk kembali mendekati zona 92.00 – level konsolidasi terendah sejak pertengahan tahun 2018.

Proyeksi Pasar terhadap Implikasi Hasil Pemilu

Pada tingkat kebijakan luar negeri, mungkin akan membantu suasana hati investor bahwa pemerintahan yang akan datang diharapkan mengambil sikap yang lebih damai dalam hubungan perdagangan. Perang dagang, terutama dengan China, telah membebani pertumbuhan sejak 2018. Banyak investor memperkirakan pemerintahan Biden akan sedikit mengambil dan merevisi kebijakan Trump sebelumnya, menjadi lebih konservatif bagi AS dan rival-rivalnya.

Satu hal yang semakin jelas adalah hubungan AS-Iran yang dampaknya secara luas diantisipasi oleh dunia, terutama pasar minyak. Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan jelang akhir sesi perhitungan suara, bahwa dia berharap pemerintahan AS berikutnya tidak dapat membuat Teheran tunduk pada kebijakan Trump yang dianggap menekan secara maksimal dengan menghukum sanksi terhadap Iran sejak penarikannya pada 2018 dari perjanjian nuklir penting.

Terkait dalam negeri, Partai Demokrat dikenal dengan tujuan kebijakan moneter yang berpusat pada penciptaan lapangan kerja sektor publik dan peningkatan belanja pemerintah. Dukungan untuk undang-undang tentang masalah-masalah seperti perawatan kesehatan universal, hak pendidikan dan proyek pekerjaan umum yang luas semuanya dapat dikaitkan dengan percepatan pengesahans stimulus tambahan yang selama ini diharapkan secara luas oleh rakyat AS.

Namun di sisi lain. investor dan pedagang seringkali merasa tertekan terhadap potensi pemilihan kepemimpinan Demokrat, karena asosiasi luas Partai Demokrat dengan prinsip-prinsip sosialisme, pemerintahan yang besar, dan tarif pajak perusahaan yang lebih tinggi.

Lebih lanjut, kepastian stimulus masih belum dapat diproyeksi secara jelas dengan dapat dikatakan dengan keyakinan relatif bahwa AS akan diarahkan oleh pemerintah (Senat dan Kongres) yang terpecah setidaknya untuk dua tahun ke depan. Hal itu tampaknya mengurangi ruang lingkup untuk stimulus fiskal berskala besar. Dengan pemikiran ini, peningkatan sentimen mungkin terbukti cepat berlalu. Suasana risk-on yang lebih luas mungkin melemah setelah Biden secara luas dinyatakan sebagai pemenang karena pasar mulai mempertimbangkan langkah selanjutnya – dan membantu valuasi USD untuk menggerakkan papan pasar global.

ICDX MEMBER