Home
>
GOFX Article
>
Mengapa Cut Loss Saat Trading?
Mengapa Cut Loss Saat Trading?
Monday, 09 August 2021

oleh Nikolas Prasetia

Mengapa Perlu Cut Loss?

Menutup posisi dalam keadaan sedikit rugi dengan tujuan untuk mencegah kerugian yang lebih besar sudah menjadi hal yang lumrah dalam melakukan transaksi di pasar berjangka. Bahkan, aksi tutup posisi rugi atau cut loss ini menjadi salah satu aspek terpenting dalam perencanaan trading. 

Memang sejatinya, aksi cut loss ini tidak mudah. Banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah faktor psikologis yang biasanya disertai dengan sejumlah pertanyaan seperti apakah saya harus menutup posisi? Atau, bagaimana jika setelah saya tutup posisi harga akan berbalik? Atau, apakah keputusan untuk tutup posisi sudah tepat?

Keraguan-keraguan sudah pasti akan dirasakan para pelaku pasar yang tidak memiliki dasar rencana trading yang kuat. Sehingga, sebelum memulai trading, traders perlu menetapkan pada level mana ia perlu melakukan cut loss. Pada dasarnya ada sejumlah metode dasar yang dapat digunakan untuk menentukan kapan dan dimana harus melakukan cut loss, walau harus dipahami bahwa tidak semua keputusan akan berujung dengan baik. 

Cara Cut Loss dalam Trading

Beberapa caranya yang dapat digunakan adalah dengan mengandalkan teknik analisis dasar, yakni:

Analisis Teknikal: Support-Resistance

Support dan resistance dapat digunakan sebagai batas penentu apakah suatu tren perdagangan akan berlanjut atau tidak, serta apakah sebuah posisi harus ditutup karena perubahan tren tersebut. Dalam praktek cut loss, penggunaan support-resistance tergolong lebih mudah untuk diamati, karena ketika suatu harga bergerak dari arah tren yang diharapkan dan menembus support-resistance maka sebuah posisi layak untuk ditutup.

Sebagai contoh, pada gambar di sebelah kiri, terlihat harga bergerak dalam tren naik, kemudian terdapat sinyal bullish dengan terbentuknya pola bullish harami di atas level support $1850. Dengan kondisi tersebut dan menggunakan analisis support-resistance, maka transaksi akan ditutup apabila harga menembus zona $1850. Sementara pada gambar pada sebelah kanan terlihat bahwa harga menembus zona $1850 dan perlu dilakukan cut loss. Jika tidak, maka kerugian dapat berkembang hingga $25 ($1850 dikurangi $1825). 

Yang perlu diwaspadai dari metode ini adalah potensi terjadinya false break, atau harga yang menembus level support-resistance lalu kembali ke tren semula. Jika hal ini terjadi, maka yang perlu dilakukan adalah move on ke transaksi yang selanjutnya dan memperbaiki metode analisis atau penentuan waktu cut loss, seperti menambahkan konfirmasi dengan menggunakan pola-pola candlestick.

Analisis Fundamental

Sejatinya, harga akan sangat mudah terombang-ambing oleh rilisnya isu-isu fundamental. Biasanya sebuah tren panjang akan terbentuk mengikuti sebuah isu fundamental, sebagai contoh pada saat Amerika Serikat melakukan stimulus moneter, hal ini akan berdampak negatif pada mata uang USD. Hal ini akan membuat tren USD menjadi turun/bearish, namun demikian jika terjadi perubahan isu fundamental seperti Amerika Serikat yang menghentikan stimulus moneter atau beralih kepada pengetatan moneter, hal ini akan membuat sebuah tren berbalik.

Yang perlu diwaspadai dari metode ini adalah potensi terjadinya “riak-riak” pada harga yang dapat membuat posisi merugi, seperti rilis data ekonomi atau adanya sebuah isu jangka pendek yang berlawanan dengan isu utama sebuah negara. Rilis data ekonomi atau isu jangka pendek tersebut dapat membuat harga bergerak berlawanan dari tren besar utama, namun dapat membuat posisi terbuka yang dimiliki menjadi rugi.

Sebagai kesimpulan, cut loss adalah sebuah kemampuan penting yang perlu dipelajari dan terus diasah. Sebab, setiap kali trader akan melakukan cut loss, berbagai pertanyaan yang memicu untuk mempertahankan cut loss akan selalu muncul dan akan sangat berbahaya bagi kesehatan modal seorang trader; meskipun, adakalanya posisi yang sudah ditutup alih-alih berbalik arah, tren harga kembali bergerak sesuai perkiraan dan mencapai titik ambil untung.

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 3002 7788