Fokus Emas:

      1. Imbal hasil tenor pendek lebih tinggi dibandingkan imbal hasil tenor panjang, dolar AS ditutup menguat tipis
      2. Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed menurun tetapi masih relatif tinggi

Indikator Harga

Pembukaan % Perubahan
EURUSD 1,13440 -0,11%
GBPUSD 1,27310 -0,23%
AUDUSD 0,72680 -0,65%
NZDUSD 0,68970 -0,45%
USDJPY 113,180 -0,34%
USDCHF 0,99740 -0,04%
USDCAD 1,33510 0,37%
GOLDUD 1.225,37 0,98%
USD/IDR 14.430 0,90%


Harga emas terkoreksi tipis ke level $ 1.237,60 dari $ 1.238,20 pada penutupan sebelumnya, dipengaruhi oleh dolar AS yang menguat tipis kemarin.
Di pasar obligasi, terjadi inverted curve yield, yang mengindikasikan bahwa dalam jangka pendek, pasar keuangan berada dalam kondisi yang beresiko sehingga menimbulkan tekanan di pasar keuangan. Akibatnya, investor cenderung lebih memilih untuk menyimpan dolar AS sehingga banyak investor melepas obligasi AS dengan tenor pendek.
Fenomena inverted curve yield baru terjadi lagi setelah satu dekade lalu, dimana imbal hasil untuk obligasi tenor pendek lebih tinggi dibandingkan dengan imbal hasil dengan tenor panjang. Pada penutupan Selasa (04/12), imbal hasil pemerintah AS dengan tenor 2 tahun berada pada level 2,811% dan tenor 3 tahun berada pada level 2,819%, lebih tinggi dibandingkan dengan tenor 5 tahun yang berada pada level 2,799%.
Sementara itu, probabilitas kenaikan suku bunga berdasarkan CME Fed Fund Rate untuk pertemuan tanggal 19 Desember 2018 pada hari ini turun menjadi 74,9% dari 79,2% pada Selasa (04/12). Meskipun demikian, probabilitas akan terjadinya kenaikan suku bunga di bulan Desember masih relatif tinggi sehingga kenaikan harga emas tertahan pada level $ 1.240.

Data Ekonomi Harian

Jam Data Aktual Ekspektasi Sebelumnya
09:15 US – FOMC Member Quarles Speaks
21:15 US – ADP Non-Farm Employment Change 195K 227K
21:30 US – Unemployment Claims 226K 234K
23:00 US – ISM Non-Manufacturing PMI 59,1 60,3

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter




ICDX MEMBER